Noorul Fatimah
Abstrak. Matematika merupakan salah satu unsur
dalam pendidikan dan sudah diperkenalkan kepada peserta didik sejak tingkat
dasar sampai jenjang yang lebih tinggi. Matematika sering dianggap sulit dan
menakutkan oleh peserta didik termasuk peserta didik kelas X SMK N 1 Kalibagor.
Padahal matematika dijadikan tolak ukur kelulusan peserta didik (SMP dan
SMA/SMK) melalui diujikannya matematika dalam ujian nasional dan diajarkannya
di semua jenjang pendidikan dan jurusan. Dalam penelitian ini penulis bertujuan
memberikan gambaran tentang kondisi
peserta didik dan pendapat mereka tentang matematika. Penelitian dilakukan pada
bulan Juli sampai Oktober 2015 di SMK Negeri 1 Kalibagor. Sumber data pada
penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari responden melalui wawancara
dan observasi. Data sekunder diperoleh dari data internal dan eksternal
sekolah. Hasil wawancara dengan 20 responden (peserta didik) kelas X SMK N 1
Kalibagor yang terdiri dari 4 program keahlian hasilnya ternyata hampir sama. Guru lebih
aktif berceramah di dalam menyampaikan materi pelajaran tanpa adanya dukungan
media pembelajaran yang memadai. Peserta didik cenderung pasif dalam kegiatan
pembelajaran dan belum ada peran aktif peserta didik dalam interaksi edukasi di
kelas. Akibatnya perasaan bosan belajar matematika sewaktu-waktu bisa muncul
pada diri peserta didik dan sangat
berpengaruh kepada hasil yang tidak memuaskan ditambah lagi dengan tidak adanya
dukungan keluarga. Pendapat penulis
tentang kesulitan belajar matematika karena kurangnya dukungan dari pihak
keluarga dan karena media pembelajaran di sekolah yang kurang menarik. Menurut
penulis semua dapat diatasi dengan melakukan inovasi (pembaharuan) pembelajaran
dengan memanfaatkan media, guru harus mampu menerapkan strategi pembelajaran
yang lebih menyenangkan dan komunikatif sehingga dapat meningkatkan peran serta
peserta didik dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci. Matematika,
sulit, inovasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar